Surat Cinta Untuk UI Part 1

Surat Cinta Untuk UI 
Oleh: Lelly Nurul Latifa




Teruntuk Universitas Indonesia, kampus impian banyak orang.

Aku menulis surat ini dengan keadaan bahagia, mengingat mungkin aku hanya beruntung karena diterima disini, atau memang Tuhan menjawab harapan dan doaku. Perjuanganku hingga aku disini bukanlah perkara mudah, bukan pula perkara yang sulit berujung buntu, hanya suatu proses panjang yang penuh dengan harap-harap cemas dan senyuman dan kekecewaan dan kepuasan dan memori yang indah. Lelah dengan mimpiku yang terlalu tinggipun pernah kualami, hingga rasanya mau mati. Namun orang-orang yang mendukungku, adalah alasan aku tak berhenti. Aku tidak berhenti melangkah untuk UI. 

Aku adalah seseorang dari ribuan anak yang mencintaimu setulus hati. Aku bukanlah yang paling sempurna, namun aku mencintaimu. Ya, aku jatuh hati dengan semua kemegahan yang kamu tawarkan selama ini. Aku jatuh hati pada caramu membuat aku nyaman berada di tanah ini. Dan aku merasa jatuh hati dengan segenap keberagaman yang hadir disini. 

Apakah benar, UI sebaik ini? Apakah benar, UI sesempurna ini?

Aku menjawab tidak. UI-pun punya masalahnya sendiri. Ya, masalah ditengah kemegahan dan kenyamanan yang dijunjung UI. Aku pernah melihatnya, bagaimana seseorang putus asa dengan harapan dan cintanya yang terbelenggu materi. Aku melihat bagaimana perlahan, ia mundur teratur dari segala mimpi yang ia ukir. Aku melihat bagaimana kesusahan benar-benar mencekiknya bersama mimpi-mimpi itu. Akupun hampa. Aku tidak bisa berbuat apapun. 

Universitas Indonesia, menyandang nama bangsa, namun bisa juga memangkas mimpi yang luar biasa. Persoalan utamanya sederhana, biaya pendidikan yang tidak ramah bagi siapa saja. Dengan segala kemegahan yang ada, UI masih bergelut dengan mahasiswanya, tentang biaya pendidikan yang harus dibayar tiap periodenya.

Kami telah mencintaimu setulus hati, apakah kami juga harus mencintaimu sepenuh materi? Apakah materi akan selalu menjadi embel-embel cinta yang sesungguhnya? Aku pikir ini adalah tempat menimba ilmu, bukan tempat dagang sang kapitalis. Ataukah aku salah?


Departemen Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa (Adkesma) BEM UI 2017

0 Response to "Surat Cinta Untuk UI Part 1"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel