Pentingnya Social Entrepreneur Bagi Mahasiswa
Profil Pembicara

Dr. Dwi Purnomo, STP, MTP adalah seorang dosen program studi dan wakil dekan II pada Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjajaran. Beliau merupakan founder forum kreatif Jatinangor. Beliau pernah menjadi Juara 1 Penggerak Wirausaha Nasional tahun 2015.

Isi

Beliau menjadi pembicara pada institutional visit dengan tema Socio-Technopreunership yang menjadi metode revolusioner pengembangan bisnis dengan pendekatan sosial yang melibatkan komunitas lokal. Dalam menggagas ide bisnis, beliau menggunakan pendekatan design thinking yang bermula dari analytical thinking dan intuitive thinking. Analytical thingking merupakan pendekatan keilmuan yang diperoleh dari proses studi mahasiswa di perkuliahan. Sementara intuitive thinking merupakan pendekatan praktik yang diperoleh dari proses pengembangan bisnis secara nyata. Design thinking menjadi solusi untuk mengimplementasikan ide-ide bisnis menjadi pengembangan bisnis. Design thinking terdiri merupakan proses pengembangan ide/produk yang terdiri dari observe, synthesize, brain storming, vote, prototyping, dan story telling.

Pendekatan design thinking mengarah pada perubahan perilaku, tidak berujung pada penyediaan sarana dan prasarana, menyenangkan, hidden pattern terkemukakan, bottom up, terbangunnya kesadaran, saran timbul karena dapat memancing kesadaran, sistem reward berjalan, menimbulkan dampak positif sosial dan ekonomi dan timbulnya kolaborasi. Pendekatan design thinking perlu dilengkapi juga dengan appreciative inquiry.

Secara praktik, Dr Dwi Purnomo menggunakan pendekatan tersebut dengan menempatkan mahasiswanya langsung di tempat bisnis-bisnis tradisional/rumahan seperti usaha emping, susu, kuliner dan lainnya selama 2-3 bulan. Selanjutnya, mahasiswa akan menganalisis kekurangan proses produksi sehingga dapat memberikan solusi bagi usaha kecil untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, mahasiwa mengetahui kebutuhan pasar dan dapat menggagas solusi-solusi kreatif untuk meningkatkan keunggulan produk. Pada akhirnya, pendekatan socio technopreunership tersebut menstimulasi mahasiswa untuk belajar dan mengaplikasikan metodologi-metodologi yang solutif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kecil karna bisnis yang tujuannya untuk menyelesaikan masalah sosial kemudian menginvestasikan lagi sebagian profit dengan tujuan kesejahteraan.

Untuk mencapai Profil dari Socio Technopreneurship setidaknya ada beberapa faktor penting diantaranya:

1. The local enabulars, yaitu melalui pemberdayaan komunitas

2. Design Thingkers, yaitu pemikir untuk memikirkan bagaimana sesuatu berproses.

3. Technopreneurship, yaitu jiwa usahawan

4. Creative Leaders, yaitu untuk menjadi pimpinan yang kreatif

Pendekatan Socio-Technopreneurship kepada Mahasiswa Unpad khususnya Departemen Teknologi Industri Pertanian pada akhirnya membuahkan Rumah Kolaborasi. Rumah Kolaborasi merupakan nama komunitas/organisasi yang menampung anak-anak muda kreatif yang memiliki minat besar dalam berwirausaha dengan memberdayakan komunitas lokal seperti petani.

Rumah Kolaborasi akhirnya membuat program pelatihan kepada produsen atau petani lokal yang memiliki sumber daya namun tidak tahu memaksimalkan sumber daya tersebut. Pelatihan tersebut membekali dengan metodologi dan cara berpikir yang berkelanjutan. Petani-petani ini menjadi rekanan usaha-usaha yang ada dari anggota-anggota Rumah Kolaborasi. Saat ini Adapun produk yang dikembangkan terdiri dari produk-produk agro industri yaitu Manggo Puree (jus mangga), Noms (susu kedelai), Yourgood (Yoghurt), Honesty Indo (Teh), Loomie, 1000 sepatu.

Bagi mahasiswa dan alumni Unpad dalam Rumah Kolaborasi, modal yang paling baik dari memulai suatu usaha bukanlah dalam bentuk uang, melainkan komitmen dan semangat. Sama dengan pola pikir mereka yang menganggap hasil IP kuliah sebagai bonus kuliah, uang hasil dari usaha juga mereka anggap sebagai bonus dan hadiah dari proses usaha yang besar mencakup banyak pihak dari petani hingga proses produksi.

Artikel Terkait

0 komentar untuk Pentingnya Social Entrepreneur Bagi Mahasiswa