Pemimpin Ideal Sesuai Nilai-Nilai LPDP

Menuntut ilmu di sebuah pendidikan tinggi merupakan sarana dalam mewujudkan impian dan cita-cita setiap orang.

Pada Februari 2016, Prof Jimly Asshiddiqie menjadi narasumber program Persiapan Keberangkatan (PK) LPDP. 

Dalam kesempatan tersebut, selama presentasi ia menjelaskan makna LPDP dan bagaimana menjadi pemimpin yang sesuai dengan nilai-nilai LPDP.

LPDP memiliki 5 nilai, yaitu:
➧ Integritas
➧ Profesionalisme
➧ Sinergi
➧ Pelayanan
➧ Kesempurnaan


Menurut Prof Jimly, menjadi pemimpin itu sama halnya menjadi guru.

"Leadership is about teaching"

Prof Jimly menjelaskan makna dari setiap 5 nilai LPDP. 

Pertama, Integritas. Sebuah nilai dasar yang harus di miliki oleh para awardee LPDP. Arti integritas sangat luas, bahkan sangat identik dengan kejujuran dan bagaimana beretika. Etika berkaitan dengan nilai-nilai mulia dalam suatu hal tertentu.

Kedua, Profesionalisme. Sebuah nilai yang menjadi standar dalam pekerjaan setiap orang. 

Ketiga, Sinergi. Nilai yang memiliki makna bersatu dalam kerjasama walaupun berbeda-beda. Setiap aspek yang ada harus saling melengkapi, sehingga usaha yang sinergi akan menghasilkan karya yang maksimal.

Keempat, Pelayanan. Setiap dari kita merupakan pelayan rakyat. Sudah menjadi kewajiban untuk melayani kepentingan  bangsa dan negara, termasuk para awardee LPDP mengabdi sesuai kemampuan dan bidang masing-masing.

Kelima, Kesempurnaan. Sebuah nilai yang menjadi tujuan LPDP, untuk mencapai titik sempurna. Mencapai dalam arti sebuah proses perjalanan untuk selalu menuju kesempurnaan, bukan hasil itu sendiri. 

Baca Juga:


Menurut Prof Jimly, untuk menjadi generasi muda yang berintegritas, banyak hal yang perlu diperhatikan.

Generasi muda harus memiliki wawasan yang luas dan berhati-hati dalam mengambil sebuah keputusan.

Seseorang yang berintegritas memiliki system koreksi terhadap keputusan.

Sebagai contoh, masyarakat tidak dapat serta merta untuk menghakimi anggota DPR yang mereka anggap bodoh. 

Karena ada dua macam kebenaran, yaitu kebenaran teknis/akademik dan kebenaran politik.

Kebenaran teknis/akademik diperoleh melalui metode ilmiah dan berlaku global. Kebenaran yang dianut dalam politik adalah kebenaran teknis. Sedangkan kebenaran politik adalah golongan.

Oleh karena itu, partai politik akan lebih mementingkan golongannya dan tidak bertindak atas nama general.

Sesuai dasar kebenaran politik, system multipartai diterapkan dengan harapan semakin banyak sisi dan karakter masyarakat terwakili.

Begitu juga menjadi seorang pemimpin, seseorang harus memperhatikan etika.

Etika untuk menjaga integritasnya, etika dalam profesional, etika dalam jabatan dan etika dalam kepercayaan.

Hal yang penting dalam kepemimpinan adalah sebuah kepercayaan.

Sebagai contoh, di negara Amerika Serikat banyak pemimpin disana yang bukan dari latar belakang pendidikan tinggi, tetapi mereka merupakan orang kepercayaan masyarakat sehingga diberikan amanah untuk menjadi pemimpin.

Seorang pemimpin juga perlu memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan sistem yang ia terapkan dan menjadi role model dari sistem tersebut. Kemudian melakuka komunikasi dengan efektif sesuai sistem yang dibuat.

Di Akhir sesi, Prof Jimly memberikan pesan inspiratif sebagai berikut:


Ambilah hak anda jangan lebih dari semestinya dan berikan kewajiban anda tidak kurang dari yang seharusnya.


Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Pemimpin Ideal Sesuai Nilai-Nilai LPDP"

Post a Comment