Kepemimpinan Masa Kini: Menjadi Pemimpin yang Bertransformasi

Kepemimpinan Masa Kini: Menjadi Pemimpin yang Bertransformasi
Pesan Inspiratif | Januari 2016, Penerima Beasiswa LPDP Angkatan 53 (PK-53) melakukan Institutional Visit ke PT. Pertamina. Peserta disambut langsung oleh Direktur Utama Pertamina, Bapak Dwi Soetjipto sekaligus menjadi narasumber pada kesempatan tersebut.

Profil Dwi Soetjipto
Dwi Soetjipto menjabat Direktur Utama PT Pertamina (PERSERO) semenjak 2004.

Sebelumnya, ia merupakan Direktur Litbang Semen Padang sejak 1995 hingga 2003.

Pada tahun 2003, ia diangkat sebagai Direktur Utama PT. Semen Padang, tidak berlangsung lama, tahun 2005 ia diangkat menjadi Direktur Utama PT. Semen Gresik.

Dwi Soetjipto juga merupakan salah satu pendiri Holding Semen Indonesia. Sebuah perusahaan yang menjadi induk dari 3 anak perusahaan, PT. Semen Padang, PT. Semen Gresik, dan PT. Tonasa.

Materi
Pada kesempatan tersebut, Bapak Soetjipto memberikan materi dengan tema "How to be a transformation Leader".

Menurutnya, Leader harus membuat perubahan. "Manager bergerak hanya pada tatanan yang sudah ada, leader bergerak untuk membuat perubahan."

Pemimpin sejati adalah pemimpin yang selalu berorientasi pada perubahan. Inilah yang ia sebut sebagai transformation Leader.

Baca Juga:

Gaya Kepemimpinan | Situational Leadership Style
Bekerja; Menikmati atau Stres?

Salah satu syarat utama perubahan adalah change maker.

Seseorang disebut change maker , ketika ia berani untuk mengambil keputusan dan siap untuk tidak populer (changes maker never be populer).

Perubahan tidak akan terjadi secara cepat, perubahan itu butuh waktu, Perubahan besar itu harus diawali dengan perubahan kecil, dimana hal itu berpengaruh kepada perubahan besar yang diharapkan.

Perubahan pertama adalah perubahan diri sendiri.

Setiap perubahan pasti akan ada resistance, dimana hambatan (banyak orang tidak setuju) terhadap adanya perubahan itu sendiri.

"Hidup ini ternyata hanya tempat untuk belajar"

Bagi seorang Dwi Soetjipto, bekerja itu seperti main game. Ada kepuasaan tersendiri yang didapat ketika ia mengambil risiko dalam bermain game, kemudian akhirnya bisa meraih kemenangan.

Setiap hari, ia paling pagi tiba di kantor dan paling terakhir pulang. Layaknya bermain game, yang awalnya ia mainkan, tanpa disadari menjadi sebuah kebiasaan untuk bekerja melebihi jam kantor.

Hal itu yang ia terapkan dalam memimpin suatu perusahaan, dimana ia menjadi seorang risk taker.

Bagi seorang pemimpin, jika ingin memperkuat suatu institusi, sinergi adalah hal utama yang diperlukan. Meski perubahan tidak dapat terjadi dalam waktu singkat.

"As a leader, to lead a change, first show a quick win"

Bapak Soetjipto berpesan, untuk menjadi leader, harus mempunyai pikiran yang optimis. Karakter seorang follower adalah seeing to believing, sedangkan pemimpin harus melihat dulu baru percaya.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Kepemimpinan Masa Kini: Menjadi Pemimpin yang Bertransformasi"

Post a Comment