Biografi dan Kisah Sukses Mark Zuckerberg sang Penemu Facebook

Mark Zuckerberg masih seorang mahasiswa Harvard ketika ia memulai situs jejaring sosial yang menjadi cikal bakal Facebook.

Sebagai seseorang yang menyukai dunia komputer dan telah mengembangkan MP3 cerdas di sekolah menengah, Zuckerberg telah ditegur oleh administrasi Harvard karena situs Facemash melanggar hak cipta karena penggunaan foto yang diambil dari situs online. Harvard tanpa izin.

Pria yang lahir pada 14 Mei 1984 mulai Facebook pada bulan Februari 2004 dengan tujuan awal memberikan perubahan pada aplikasi Facebook tradisional yang tingkat rendah dan menggabungkan mereka dengan jaringan sosial seperti Myspace.

Tidak seperti Facemash, Facebook memungkinkan semua siswa Harvard untuk membuka akun dan, pada akhir bulan, lebih dari separuh siswa telah mendaftar.

Zuckerberg dengan cepat memperluas layanan dengan memperkenalkan Facebook di semua sekolah Ivy League di akhir musim semi dan di lebih banyak sekolah di wilayah lain pada semester berikutnya. Situs Wirehog dibuat sebagai situs pertukaran file pelengkap untuk pengguna Facebook. Dan pada akhir tahun 2004 Facebook memiliki lebih dari satu juta pengguna terdaftar.

Pendapatan iklan yang diperoleh melalui Facebook memfasilitasi peningkatan modal ventura, dan Zuckerberg dan rekan-rekannya membeli domain Facebook.com dari pemilik sebelumnya dan menghilangkan kata "The" di nama situs.

Seiring waktu, Facebook telah menjadi semakin inklusif, membuka pintu untuk semua siswa, anggota fakultas dan alumni (siapa pun yang memiliki alamat email pendidikan domain dikonfirmasi), dan pada tahun 2006 Facebook menambahkan jaringan untuk siswa SMA.

Sejak musim gugur 2006, situs ini terbuka untuk siapa saja yang ingin bergabung. Jadi ada perubahan besar dari sebelumnya terbatas pada siswa, tetapi saat ini Facebook terbuka untuk semua orang.

Sementara itu, Marketplace Facebook sebagai Craigslist ditambahkan ke situs ini bersama dengan platform untuk menawarkan aplikasi. Microsoft membeli 1,6% saham di perusahaan untuk US $ 240 juta pada Oktober 2007, dan bulan berikutnya, layanan Beacon dari Facebook diluncurkan sebagai inisiatif kontroversial yang menggabungkan teknologi pemasaran dan jejaring sosial. Ini menerima banyak kritikan karena dianggap mengganggu privasi seseorang.

Setelah itu, Zuckerberg pindah ke Palo Alto untuk beroperasi dan fokus mengembangkan Facebook sepenuhnya, serta mengucapkan selamat tinggal kepada Harvard. Saat ini Facebook memiliki kantor di empat gedung di pusat kota. Bahkan, Zuckerberg dijuluki "seorang pemuda yang berhasil menghubungkan semua orang di dunia".

Berikut tiga siswa penting yang bisa ditarik dari kesuksesan Mark Zuckerberg melalui Facebook, yaitu:

➧ Cepat
Di Facebook, kegagalan adalah sesuatu yang dapat "dirayakan". Inovasi adalah jantung perusahaan. Dianjurkan agar semua orang di Facebook bergerak sangat cepat dan mencoba hal-hal baru. "Bergerak cepat dan gagal dengan cepat, jika Anda tidak mengacaukan segalanya, Anda tidak melakukannya dengan cukup cepat," kata Mark.

 Tidak mudah menyerah
Sejak awal, Mark Zuckerberg dan Facebook telah diremehkan oleh banyak pihak. Ketika melakukan Facebook untuk pertama kalinya, Mark merasa terhina karena sudah ada banyak pesaing kuat seperti MySpace dan Friendster. Ketika Facebook berhasil mengalahkan MySpace dan Friendster, Mark masih dihina karena dianggap tidak pernah mendapat penghasilan besar.

Bahkan ketika IPO Facebook, Mark masih dihina karena terlalu muda untuk menjalankan perusahaan seukuran Facebook.

"Ini adalah pendapat pribadi saya, tetapi saya lebih suka berada di lingkaran orang-orang yang meremehkan kami, yang memotivasi kami untuk menjelajah," katanya.

 Berani bertindak
Budaya di Facebook menghormati orang-orang yang dapat membangun sesuatu lebih dari orang yang hanya bisa berbicara. Ketika seorang karyawan Facebook ingin bertemu Zuckerberg, ia harus memiliki sesuatu untuk ditunjukkan.

10 Topik Essay On The Spot Writing Seleksi Berbasis Komputer LPDP 2018

Untuk kamu yang lagi bingung terkait topik essai On-the-Spot Writing Seleksi Berbasis Komputer Beasiswa LPDP, artikel ini adalah jawabannya.

Sejak tahun 2018, tes ini termasuk seleksi berbasis komputer, dimana pelamar akan mengikuti tes tersebut di lokasi seleksi berbasis komputer dan menulis essai langsung di komputer. 

Untuk mengetahui lokasi tempat seleksi, silahkan di lihat saja di website LPDP maupun instagram LPDP.

Berikut adalah 10  topik essai On-the-Spot Writing yang keluar pada seleksi berbasis komputer Bulan Oktober 2018. 

Topik Essay On-the-Spot Writing
➧ Rationalization in Ideal Number of Civil Servants
➧ MR Vaccine, MUI's Fatwa in Context
➧ BPJS
➧ Child Marriage
➧ Psychology test for SIM
➧ Dana desa
➧  Social Development Foundation
➧ Athlete and National Team Achievement
➧ Foreign Aid, Disaster in Context 
➧ TBC

Itulah beberapa topik On-the-Spot Writing yang keluar pada seleksi berbasis komputer tahun ini.

Good Luck For You...
🔺🔺🔺

Pemimpin Ideal Sesuai Nilai-Nilai LPDP

Menuntut ilmu di sebuah pendidikan tinggi merupakan sarana dalam mewujudkan impian dan cita-cita setiap orang.

Pada Februari 2016, Prof Jimly Asshiddiqie menjadi narasumber program Persiapan Keberangkatan (PK) LPDP. 

Dalam kesempatan tersebut, selama presentasi ia menjelaskan makna LPDP dan bagaimana menjadi pemimpin yang sesuai dengan nilai-nilai LPDP.

LPDP memiliki 5 nilai, yaitu:
➧ Integritas
➧ Profesionalisme
➧ Sinergi
➧ Pelayanan
➧ Kesempurnaan


Menurut Prof Jimly, menjadi pemimpin itu sama halnya menjadi guru.

"Leadership is about teaching"

Prof Jimly menjelaskan makna dari setiap 5 nilai LPDP. 

Pertama, Integritas. Sebuah nilai dasar yang harus di miliki oleh para awardee LPDP. Arti integritas sangat luas, bahkan sangat identik dengan kejujuran dan bagaimana beretika. Etika berkaitan dengan nilai-nilai mulia dalam suatu hal tertentu.

Kedua, Profesionalisme. Sebuah nilai yang menjadi standar dalam pekerjaan setiap orang. 

Ketiga, Sinergi. Nilai yang memiliki makna bersatu dalam kerjasama walaupun berbeda-beda. Setiap aspek yang ada harus saling melengkapi, sehingga usaha yang sinergi akan menghasilkan karya yang maksimal.

Keempat, Pelayanan. Setiap dari kita merupakan pelayan rakyat. Sudah menjadi kewajiban untuk melayani kepentingan  bangsa dan negara, termasuk para awardee LPDP mengabdi sesuai kemampuan dan bidang masing-masing.

Kelima, Kesempurnaan. Sebuah nilai yang menjadi tujuan LPDP, untuk mencapai titik sempurna. Mencapai dalam arti sebuah proses perjalanan untuk selalu menuju kesempurnaan, bukan hasil itu sendiri. 

Baca Juga:


Menurut Prof Jimly, untuk menjadi generasi muda yang berintegritas, banyak hal yang perlu diperhatikan.

Generasi muda harus memiliki wawasan yang luas dan berhati-hati dalam mengambil sebuah keputusan.

Seseorang yang berintegritas memiliki system koreksi terhadap keputusan.

Sebagai contoh, masyarakat tidak dapat serta merta untuk menghakimi anggota DPR yang mereka anggap bodoh. 

Karena ada dua macam kebenaran, yaitu kebenaran teknis/akademik dan kebenaran politik.

Kebenaran teknis/akademik diperoleh melalui metode ilmiah dan berlaku global. Kebenaran yang dianut dalam politik adalah kebenaran teknis. Sedangkan kebenaran politik adalah golongan.

Oleh karena itu, partai politik akan lebih mementingkan golongannya dan tidak bertindak atas nama general.

Sesuai dasar kebenaran politik, system multipartai diterapkan dengan harapan semakin banyak sisi dan karakter masyarakat terwakili.

Begitu juga menjadi seorang pemimpin, seseorang harus memperhatikan etika.

Etika untuk menjaga integritasnya, etika dalam profesional, etika dalam jabatan dan etika dalam kepercayaan.

Hal yang penting dalam kepemimpinan adalah sebuah kepercayaan.

Sebagai contoh, di negara Amerika Serikat banyak pemimpin disana yang bukan dari latar belakang pendidikan tinggi, tetapi mereka merupakan orang kepercayaan masyarakat sehingga diberikan amanah untuk menjadi pemimpin.

Seorang pemimpin juga perlu memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan sistem yang ia terapkan dan menjadi role model dari sistem tersebut. Kemudian melakuka komunikasi dengan efektif sesuai sistem yang dibuat.

Di Akhir sesi, Prof Jimly memberikan pesan inspiratif sebagai berikut:


Ambilah hak anda jangan lebih dari semestinya dan berikan kewajiban anda tidak kurang dari yang seharusnya.


Ricky Elson, Pendiri Lentera Angin Nusantara

Pesan Inspiratif | Siapa yang tidak kenal dengan Ricky Elson, pasti semua orang mengenalnya, terutama orang-orang di bidang teknologi.  Pria kelahiran Padang, 11 Juni 1980 ini merupakan Pendiri Lentera Angin Nusantara.

Selama 14 tahun di Jepang, ia menempuh pendidikan sarjana (S1) dan S2 di Jepang bidang teknologi, kemudian berkarir di perusahaan teknologi Jepang.

Ricky Elson, Pendiri Lentera Angin Nusantara








image: facebook Ricky Elson

Saat berumur 35 tahun, ia telah banyak meraih prestasi yang luar biasa. Ia memegang 14 hak paten yang diakui dan terdaftar di negeri Sakura.

Ricky Elson terkenal sebagai pencipta kincir angin terbaik di dunia dan merupakan anggota tim yang turut menciptakan "mobil listrik pertama untuk Indonesia", yaitu mobil SELO.

Setelah 14 tahun di negeri Sakura, ia memutuskan untuk kembali ke Indonesia untuk mengamalkan ilmu yang ia peroleh demi kemajuan Indonesia.

Pada April 2011, Ricky Elson membentuk Lentera Angin Nusantara (LAN). Kemudian tahun 2012, LAN mendirikan Pusat Penelitian Teknologi Pemanfaat Energi. 

Baca Juga:
Jati Diri Seorang Entrepreneur
Kisah Sukses Natali Ardianto CTO Tiket.com

Menurutnya, membuat jaringan teknologi yang kuat harus disertai oleh sinergitas dari pemerintah, universitas dan industri. 

Ketika berada di Pulau Sumba, ia melihat keadaan desa Kaliki, desa yang menurutnya memprihatinkan, tak ada penerangan, bahkan listrik sekalipun. Akhirnya Ricky Elson bekerjasama dengan Dahlan Iskan Menteri BUMN untuk membentuk desa Kaliki menjadi desa yang memiliki listrik.

Ricky Elson, Pendiri Lentera Angin Nusantara
Ricky Elson Bersama TIM LAN
image: Facebook Ricky Elson

Tahun 2014, Ricky Elson berhasil memasang kincir angin pertama kalinya. Sebuah karya dari anak Indonesia yang terus belajar dan melangkah tanpa kenal lelah.

Saat menciptakan 20 kincir angin di tanah seluas 40 M Persegi, Ricky Elson banyak mengalami hambatan. Komunikasi dengan masyarakat awam yang masih sulit memahami tentang teknologi kincir angin. 

Tetapi hal itu tidak membuatnya menyerah, ia berfikir untuk melakukan sosialisasi dengan menggunakan bahasa yang mudah di pahami. Ia dibantu seorang teman akrabnya untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat. Akhirnya sosialisasi tersebut lancar dan berhasil membuat masyarakat paham.

Persoalan hukum juga menjadi rintangan saat menciptakan dan memperbanyak kincir angin sebagai pembangkit listrik. Menurutnya, Jika peraturan sudah sulit, ia harus merubah paradigmanya sehingga membuat persoalan hukum tidak menjadi beban.

Bagi Ricky, Kemandirian suatu bangsa bukan soal siapa yang membuat kereta cepat, tetapi tentang suatu negara yang siap membangun negaranya sendiri dengan persiapan. Persiapan adalah sebelum seorang pergi tuk berjuang, memastikan semua urusan selesai.

Sehingga segala yang sudah dipersiapkan, akan membawa hasil setidaknya 80 persen.