Islam di Pesantren, Santri Pembawa Perdamaian

Senin, 24 Desember 2018 : Desember 24, 2018

0 komentar

Semakin Maraknya teknologi, kata pesantren maupun santri sudah hampir mau ditelan zaman. Generasi muda sebagai penerus bangsa yang membawa perdamaian, tidak lain adalah para santri yang terbentuk dari pesantren pesantren yang ada di negara ini. Tetapi lagi lagi, nama itu sudah asing terdengar karena semakin majunya zaman seiring perkembangan teknologi yang terlihat saat ini. Padahal pesantren sudah lama berkembang dan sampai saat ini belum ada yang mengetahui kapan berdirinya pesantren di Indonesia.

Menurut Z. Dhofier seperti yang dikutib oleh Yacub sejarah perkembangan Pondok Pesantren belum ditemukan riteratur yang menegaskan secara jelas sejak mulai kapan berdirinya Pondok Pesantren di Indonesia. Data tertulis tentang lembaga-lembaga pendidikan tradisional di Indonesia yang ditemukan yaitu dari laporan pemerintah. Belanda tahun 1831 yang menyebutkan bahwa pada tahun 1853 tedapat lembaga pendidikan Islam tradisional denga jumlah murid 16.556 orang. Jumlah itu semakin meningkat seiiring perkembangan pondok pesantren di Indonesia yang semakin pesat.

Pesantren sendiri berasal dari kata ”santri” yang mendapat imbuhan awalan ”pe” dan akhiran ”an” yang menunjukkan tempat, maka artinya adalah tempat para santri. Terkadang pula pesantren dianggap sebagai gabungan dari kata ”santri” (manusia baik) dengan suku kata ”tra” (suka menolong) sehingga kata pesantren dapat diartikan tempat pendidikan manusia baik-baik (Zarkasy, 1998: 106). Sedangkan menurut istilah Pesantren adalah lembaga pendidikan tradisional Islam untuk mempelajari, memahami, mendalami, menghayati, dan mengamalkan ajaran Islam dengan menekankan pentingnya moral keagamaan sebagai pedoman prilaku sehari-hari (Jamaluddin Malik ,2005).

Pada jaman saat ini, pesantren harus menjadi promotor dalam membawa perdamaian dikalangan muslim saat ini. Karena yang kita tahu pada saat ini permasalahan terbesar terjadi dikalangan muslim itu sendiri. Sehingga dengan adanya pesantren ini yang sejatinya tempat gudangnya pendidikan, harus menjadi wadah dalam mempromosikan perdamaian. Pesantren sangat berpeluang besar dalam hal perdamaian, karena sejatinya pesantren memang tidak boleh terbawa arus oleh pemikiran individu yang merasa dirinya benar tanpa punya landasan yang kuat.

Individu individu seperti itu banyak salah pemahaman, karena tidak memahami isi Al Quran, Hadits dan ajaran islam secara utuh. Karena hal itu menjadi dangkal yang hanya berasal dari pemikirin pribadi tanpa memahami ajaran islam yang seutuhnya. Contohnya kita belajar memahami cara sholat yang benar, kita tidak hanya melihat dan memahami satu mahzab saja, harus semua dari empat mahzab itu semua dijadiakn perbandingan dalam menentukan tata cara shalat yang benar.

Memang sepatutnya seorang muslim harus memahami semua ajaran islam islam termasuk Al Quran dari semua aspek. Sehingga ketika ada perbedaan pendapat, dapat terselesaikan dengan memberi literatur atau pendapat yang berasal dari ajaran islam dari semua aspek.

Pada saat ini banyak kalangan yang menyorot tentang fenomena munculnya islam radikal di Indonesia. Pastinya sorotan itu harus kita garis bawahi, renungkan dan diskusikan karena pengaruh hebat dari islam radikal yang mungkin salah satunya membuat kerukunan umat islam di Indonesia pecah. Sehingga munculnya kelompok islam radikal sangat mengganggu ketentraman rakyat, mengacaukan kedamaian sosial serta kerukunan umat di Indonesia. Bukan hanya itu, islam radikal ini memaksakan syiar akan kebencian, kekerangan dengan membawa atribut keagamaan. Sehingga hal itu yang membuat umat kita runtuh akibat ajaran islam radikal di Indonesia.

Lagi lagi inilah yang dikatakan krisis moral akan rapuhnya karakter sejati sebuah bangsa. Karakter bangsa Indonesia yang sering disebut sebagai bangsa yang cerdas, ramah, toleran dan juga membawa perdamaian telah mengalami degradasi kritis. Yayasan pendidikan pun dipertanyakan kualitasnya sehingga tidak jarang orang melihat pendidikan itu gagal.

Sehingga bagaimana pesantren berperan dalam mengatasi masalah tersebut?. Pesantren sudah lama dikenal sebagai institusi pendidikan keagamaan pertama di negeri ini. Eksistensinya bertahan sampai sekarang meski telah ada beratus tahun lalu. Fakta telah menunjukkan bahwa dengan kurun waktu yang demikian panjang pesantren mewarnai dinamika kehidupan rakyat Indonesia yang umumnya masyarakat pedesaan. Seperti di pulai Madura-Jawa yang sudah tidak asing lagi, yang rata rata semua generasi pemuda di daerah tersebut menimba ilmu di pondok pesantren.

Pesantren juga telah membuktikan bahwa perbedaan suku, bahasa dan budaya bukan halangan dalam mewujudkan perdamaian. Para santri yang datang dari penjuru negeri dipertemukan dalam suatu wadah untuk enimba ilmu agama di pesantren. Yang bisa dibilang merupakan salah satu institusi pendidikan Islam di Indonesia. Pesantren juga merupakan bentuk warisan dari para wali songo, yang telah menyebarkan ajaran islam ke pelosok negeri yang banyak ribuan santri mondok di dalamnya. Pembelajaran di pesantren yang beraneka ragam sistem baik tradisional maupun modern. Dengan ragam pesantren ini tentu akan memperkaya khazanah keislaman di Indonesia dan Islam memiliki corak yang khas tersendiri yang pastinya membawa perdamaian di negara ini.

Beragam rujukan yang bersumber dari teks-teks keagamaan seperti Al Quran dan Hadits masih menjadi pijakan utama dalam pembelajaran di pesantren. Disamping tambahan materi pelajaran pendukung lain seperti nahwu, Sorrof, Tauhid, Tasawwuf, dan Bahasa Arab. Semuanya untuk mengukuhkan akidah sebagai seorang muslim, juga untuk membantu para santri dalam memahami khazanah islam klasik, kitab kuning dan penguatan kapasitas intelektual santri. Sehingga nantinya para santri dapat menjadi pribadi yang terbuka (open Minded) akan perbedaan demi memperjuangkan perdamaian. Dengan bekan ilmu yang di miliki. Para santri mampu membentengi diri dari tindakan intoleran dan tidak terjerumus dalam kelompok kolompok radikan. karena kelompok radikal ini hanya melihat dan menafsirkan keagamaan hanya dari satu sisi saja dan sering kali merugikan bahkan memperpecah kelompok lainnya. Maka dari iu pesantren sangat berperan dalam mengatasi masalah ini demi terciptanya perdamaian.

Kemampuan santri sebagai individi generasi muda yang seperti ini adalah cerimnan islam yang ramah, santun dan peka terhadap sesama. Karena rahmatan lil ‘alamin adalah misi utama Nabi Muhammad SAW diutus di muka bumi ini, tentunya agama yang dibawanya juga mengajarkan paham dan ajaran islam yang sejalan dan selaras dengan rosulnya.

Sehingga nantinya, ketika santri terbentuk dan menjadi penerus bangsa saat ini, akan menjadi generasi-generasi yang memiliki kepribadian yang mengerti esensi perdamaian yang pada akhirnya akan mendatangkan perdamaian bagi semua orang. Seseoranf yang tidak memiliki rasa damai dalam dirinya, maka ia tidak akan pernah bisa membawa kreatifitas perdamaian. Perdamaian dalam jiwa pribadi muncul mendahului prdamaian di dunia ini. Inilah konteks islam sendiri sebagai agama penyerahan diri kepada Tuhan mengandung nilai perdamaian itu sendiri, salah satunya di pesantren, santri belajar arti perdamaian. Begitu pula perdamaian itu tidak dapat diciptakan oleh individu yang tidak memahami nilai nilai ajaran yang ada dalam islam. Nilai nilai yang memberikan kebebasan menerima putusan yang adil tanpa ada tekanan dan paksaan. Prinsip dasar inilah yang dijadikan prototype kehidupan seseorang didalm sebuah tatanan kehidupan penuh cinta damai. Santri inilah yang memiliki prinsip tersebut sebagai agen perdamaian.
Share this Article
< Previous Article
Next Article >

0 komentar :

Copyright © 2019 Kisah Inspiratif - All Rights Reserved